Senin, 04 April 2011

Tips-tips berhenti merokok

Akhirnya saya coba untuk nge-post tips berhenti merokok, awalnya saya agak ragu karena saya sendiri belum bisa disebut berhasil berhenti merokok. Tapi mungkin agak sedikit berbeda dengan tips dari orang lain, tips merokok kali ini insya Allah akan di update terus sesuai perjalanan saya berhenti merokok. Selain bagi-bagi pengalaman, lumayan juga buat memperkuat dan menanamkan segala hal yang berkaitan dengan berhenti merokok pada diri saya sendiri. Katanya kalau diulang terus menerus akan tertanam dengan kuat.


  1. Niat yang tertanam dengan kuat. Belakangan ini saya baru sadar, sebenarnya bukan seberapa besar niat kita untuk berhenti merokok, tapi seberapa kuat niat itu tertanam dalam benak kita sehingga dapat terus menahan kita pada saat kita mulai tergoda untuk merokok. Kalaupun pada akhirnya gagal, niat tersebut akan muncul lagi nantinya atau seperti pada kasus saya, niat yang tertanam dengan kuat akan menimbulkan perasaan bersalah saat mulai merokok lagi. Bagaimana caranya? Sebenarnya menulis seperti ini membantu saya untuk menanamkan niat berhenti merokok agar semakin kuat. Setau saya, Hypnotheraphy juga melakukan pendekatan yang sama yaitu menanamkan niat dalam benak kita agar lebih kuat lagi. Carilah sumber niat atau motivasi kita untuk berhenti merokok seperti keinginan untuk sehat, kasihan sama anak, alasan finansial misalnya, dan lain sebagainya lalu coba tanamkan dalam pikiran kita dengan pengulangan agar tertanam dengan kuat. Bukankah sholat pun maksudnya supaya menanamkan dengan kuat apa yang kita ucapkan saat sholat makanya bacaannya diulang-ulang terus menerus. 
  2. Ulang terus niat anda. Bisa dengan menulis blog, saya sendiri nemu banyak blog yang ditulis oleh perokok yang ingin berhenti merokok, baik itu sekedar curhat saat proses berjalan, kumpulan informasi-informasi mengenai rokok, tips-tups berhenti merokok, dan sebagainya. Saya mencoba menuliskan sesuatu atau sekedar mengumpulkan informasi kedalam blog ini setiap hari, sehingga saat keinginan merokok muncul, saya langsung teringat dengan segala yang saya tulis disini. Jangan sekedar menulis, tapi baca kembali sekalian me-review tulisan kita. Sukur-sukur kalau ada orang mampir dan memberi komentar positif yang bisa mendukung kita berhenti merokok, tapi kalau ngga ada pun ga perlu kecewa toh blog yang kita bikin tujuan utamanya untuk diri kita sendiri. Cara lain bisa juga dengan kontak terus menerus dengan sumber motivasi kita untuk berhenti merokok, misalnya anak atau keluarga kita. Luangkan waktu yang cukup dengan bercengkrama bersama mereka.
  3. Minimalisir kontak dengan perokok. Bukan bermaksud memusuhi mereka yang merokok tapi untuk sementara waktu (1-2 bulan) kurangi intensitas kita bergaul dengan mereka. Godaan terberat merokok selain setelah makan, adalah saat berkumpul dengan teman-teman. Sementara saja, dan kurangi lama waktunya yang tadinya bisa ngobrol-ngobrol sejam lebih, yah kali ini maaf saja 1-2 menit cukup. Lagi pula biasanya teman perokok akan berusaha menggagalkan usaha kita untuk berhenti merokok. Ada juga yang ekstrim sampai tidak keluar dari rumah sama sekali selama sebulan lebih. 
  4. Subtitusi. Biasanya salah satu moment terberat saat berhenti merokok adalah setelah makan, apalagi makanan yang gurih, pedas, berlemak.....nikmatlah pokoknya. Saat ini saya mencoba cara klasik namun ampuh yaitu makan permen. Tapi ga semua permen bisa saya makan, keinginan saya untuk merokok biasanya menurun setelah saya mengkonsumsi permen dengan rasa menthol. Rasa dingin dimulut menyebabkan saya enggan merokok. Ice Cream juga bisa menahan keinginan saya untuk merokok. Jadi pahami dulu kebiasaan dan kesukaan kita, baru lakukan subtitusi. Jangan melakukan subtitusi dengan menthol jika memang menthol justru merangsang kita untuk merokok.
  5. Jauhi makanan/minuman yang merangsang untuk merokok. Contohnya nih kalau kasus saya, makanan yang paling merangsang saya untuk merokok adalah jengkol, pete, dan sop kaki kambing. Jengkol dan pete bisa saya tahan, tapi sop kaki kambing adalah favorit saya sejak kecil. Jadi saya selalu menyiapkan subtitusi kalau ingin makan sop kaki kambing, sebuah permen menthol yang menurut saya rasa mentholnya luar biasa kerasnya, fishermen fresh! Saya coba beberapa kali dalam minggu ini dan hasilnya cukup ampuh.
  6. Jangan banyak alasan. Saya pernah nonton film dokumenter tentang perokok yang disiarkan oleh BBC Knowledge. Salah satu narasumber pada film tersebut mengatakan bahwa sebenarnya perokok itu terlalu banyak alasan. Setelah mendengar apa yang dia katakan, saya berpikir....iya, bener juga orang itu. Ada saja alasan saya untuk kembali merokok, ya stress lah, jadi marah-marah lah, dan berbagai pembenaran yang dibuat-buat oleh saya sendiri untuk mulai lagi merokok. Seminggu ini saya pun mengalami cobaan seperti ini, saya beberapa kali sempat berpikir "duh bisnis lagi seret nih, saya stress, bakar rokok kalau stress" kebetulan saya memang punya bisnis sampingan yang sedang saya rintis dan beberapa hari kemarin sedang kurang bagus hasilnya. Pikiran seperti itu sempat muncul namun saya acuhkan karena sadar kalau itu hanyalah alasan yang saya buat-buat sendiri, lebih baik saya mencoba konsen mencari solusi dari bisnis saya. 
  7. Setiap perokok punya tempat favorit merokok, seperti kamar mandi saat kita ritual pagi hari, dimobil sambil nyetir, dikantor saat ga ada kerjaan, didepan komputer sambil maen game, dan lain-lain. Sadarilah tempat-tempat favorit kita merokok dan antisipasi. Bisa dengan membawa subtitusi, mengurangi lama waktu berada ditempat tersebut, menyibukkan diri dengan hal yang menyenangkan (harus yang menyenangkan, kalau ngga malah membuat stress dan muncul alasan untuk merokok). Salah satu tempat favorit saya adalah ruang kerja saya di kantor, minggu ini saya mengurangi keberadaan saya di ruang tersebut, saya lebih memilih ngobrol dengan sekretaris yang lumayan cantik tapi ga suka asep rokok, atau jalan-jalan di koridor, dan lain-lain.
  8. Alihkan perhatian, gampang-gampang susah sih tapi coba bertahan dengan mengalihkan perhatian, ini yang biasa saya lakukan. Saat dorongan merokok muncul dan semakin meningkat saya mencoba berbagai hal untuk mengalihkan perhatian, misalnya menulis di blog ini, bermain bersama anak saya, maen game karena sejak menikah saya terbiasa maen game tanpa rokok, dan sebagainya selama itu menyenangkan sehingga lupa akan keinginan merokok dan harus yang menyenangkan supaya tidak stress dan malah memberikan alasan untuk merokok lagi. 
Sementara itu dulu, nanti saya tambah kalau saya nemu cara baru untuk mengatasi keinginan merokok yang sering muncul. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar