Banyak orang menawarkan cara atau metoda berhenti merokok. Namun menurut saya ga ada satu cara yang cocok bagi semua orang, semua tergantung niat, lama dan banyaknya rokok yang dihisap perhari, lingkungan, dan sebagainya. Pastinya niat yang keras menjadi kunci suksesnya seseorang berhenti merokok, namun niat saja saya rasa ga cukup. Perlu juga ditunjang dengan cara yang tepat untuk bisa berhenti merokok, saya sendiri sudah mencoba berbagai cara tapi kebanyakan gagal.
Dulu pernah saya baca cara berhenti merokok dengan menguranginya sedikit demi sedikit dalam jangka waktu yang cukup lama, teorinya sih melatih badan dengan asup nikotin yang sedikit sehingga pada akhirnya diharapkan efek sakau nikotinnya tidak terlalu berat. Kenyataannya kebanyakan perokok justru terpancing untuk merokok lebih banyak lagi. Cara ini juga selalu gagal waktu saya terapkan, yang ada dipikiran saya adalah "ah satu lagi aja..." kemudian menghisap rokok tambahan dengan alasan 'cuman satu lagi kok'. Lama kelamaan jadi satu bungkus lagi.
Cara yang lain dan yang paling banyak disarankan adalah dengan langsung berhenti merokok sama sekali dan menahan segala efek kekurangan zat seperti lemas, pusing, mual dsb. Cara ini biasanya diawali dengan menentukan target kapan seorang perokok akan berhenti, misalnya tepat saat pergantian tahun, saat ulang tahun, saat anak lahir, dll. Sebelum deadline yang ditentukan tiba, silahkan merokok sepuasnya. Metoda berhenti merokok langsung seperti ini sebetulnya menurut saya adalah yang paling tepat, namun bagi saya sendiri yang sudah masuk sebagai perokok berat, efek ketagihannya cukup berat untuk saya tangani, berbagai keluhan yang bersifat psikis akan muncul seperti stress, depresi, cemas berlebih, yang pada akhirnya menjadi alasan bagi saya untuk merokok lagi.
Metoda berikutnya adalah metoda berhenti beli rokok. Cara ini tidak melarang perokok untuk merokok tp yang dilarang hanyalah beli rokoknya, kalau minta sama temen boleh-boleh saja. Keliatannya lucu memang, tapi ada satu teman saya yang pada akhirnya benar-benar berhenti merokok hingga 5 tahun lebih dengan cara seperti ini awalnya. Tapi bagi saya cara ini kurang tepat, karena begitu cintanya saya sama marlboro lights, kalau saya belum ngerokok marlboro lights rasanya saya belum merokok. Sementara kalau saya minta rokok sama orang lain pastinya jenis rokok yang kita dapat bergantung pada selera teman yang kita minta. Sehingga biasanya berakhir dengan saya menyuruh pembantu saya untuk beli rokok sesuai selera saya.
Cara yang lebih modern adalah dengan menggunakan obat-obatan, stiker, dll. Obat pernah saya coba, lumayan mahal obatnya saat itu, diatas Rp 500.000 untuk 2 minggu pemakaian seingat gw. Obat ini akan memberikan dopamin langsung ke otak sehingga rokok yang kita hisap rasa nikmatnya akan berkurang, malah jadi tidak enak sama sekali. Memang benar, ketika gw coba terapi obat ini, rokok rasanya hambar, ga ada nikmat-nikmatnya lagi. Jumlah rokok yang saya hisap saat mencoba teknik ini langsung turun drastis menjadi 2-3 batang aja sehari. Sayangnya, selain mahal obatnya, perokok selalu punya alasan untuk mulai merokok lagi. Jadi aneh sebenarnya, dopamin disupply oleh obat tapi keinginan untuk merokok tetap ada meskipun rasa si rokok sudah berkurang jauh kenikmatannya....mungkin tinggal faktor kebiasaan aja kali yah.
Metoda terakhir adalah metoda aji mumpung. Mumpung puasa, sekalian aja berenti terus, mumpung lagi sakit dan tidak boleh merokok yang sudah sekalian aja. Cara ini cukup ampuh bagi gw, bulan puasa biasanya saya sanggup untuk berhenti merokok beberapa hari sampai pada akhirnya saya merokok lagi. Bahkan saat ini pun cara inilah yang saya gunakan. Minggu lalu dokter menyarankan saya untuk berhenti merokok karena batuk saya ga sembuh-sembuh. Sekarang batuknya udah lumayan sembuh tapi berhenti merokoknya saya lanjutkan terus.
Hypno terapi, yup cara ini sering kita dengar dan katanya sanggup membuat orang berhenti merokok. Jujur aja dua kali cara ini saya coba langsung oleh seorang terapis dan satu kali lagi melalu cd dari buku seorang yang ahli hipnotis. Awalnya memang sangat menyenangkan, efek sakau ga muncul namun sayang entah kenapa, pengalaman saya cara ini hanya bisa menahan 1-2 hari saja.
Niat adalah kuncinya, dengan niat yang kuat seorang perokok telah membuka pikirannya untuk menjadi manusia yang lebih sehat. Namun niat saja tidak cukup, terutama bagi aliran perokok berat, perlu ada cara atau strategi yang tepat agar keinginan kita bisa tercapai. Gagal disatu strategi, masih ada strategi lainnya yang bisa jadi lebih cocok bagi kita. Intinya jangan menyerah meski gagal berulang kali tapi terus coba dan coba lagi sambil temukan strategi-strategi yang cocok dengan kita, dan lingkungan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar